?

Log in

No account? Create an account

January 11th, 2015

Birthday fic♡

Title: Happy Birthday
Pairing: Matsuo Takashi x Murata Yuki
Fandom: Choutokkyuu
Genre: Shounen ai, Romance, Fluff, i guess?
Rating: Aman(?)

"Takashi, kita akan kemana?" tanya Yuki sambil mengenakan sepatunya bersiap untuk meninggalkan genkan rumah Koichi.
"Ikuti saja, temani aku." ujar Takashi.
"Hn?" Yuki yang bingung hanya mengangkat kedua alisnya sembari mendekati Takashi.
Semua member Choutokkyuu baru saja selesai berkumpul merayakan ulang tahun Yuki di rumah Koichi. Kejutan ulang tahun Yuki berjalan lancar, dilanjut dengan Yuki yang sukses menjadi korban keenam teman temannya yang menodai wajahnya dengan krim cake yang dibeli oleh Koichi dan Takuya. Setelah perayaan ulang tahun tersebut selesai dengan diakhiri makan soba bersama sama, Takashi mengajak lelaki yang baru bertambah umur menjadi 20 tahun itu untuk pergi keluar sekedar untuk menemaninya jalan jalan.

Langit sudah mulai berubah oranye, cahaya matahari kini sudah mulai memudar. Udara sudah mulai semakin mendingin, namun Yuki tidak bisa menolak ajakan Takashi meskipun ia masih tidak tahu akan dibawa kemana. Apa mungkin minimarket? Ia berpikir begitu karena Yusuke dan Kai sedari tadi mengomeli Koichi yang lupa membelikan snack kesukaan mereka berdua padahal mereka sudah minta untuk dibelikan sebelumnya.

"Heee... jangan jangan kita akan ke minimarket?" tanya Yuki sambil berjalan disamping Takashi.
"Maa.... Tebakanmu meleset.." ujar Takashi.
"Kau ini mengajakku keluar tapi tidak mau memberitahuku mau kemana.." Yuki mengembungkan sebelah pipinya.
Takashi tertawa kecil. "Mau kemana itu bukan masalahnya," Ia mengalihkan pandangannya. "ano sa, hanya saja rasanya sudah lama kita tidak...... berdua saja..." katanya malu malu sambil meraih tangan Yuki dan mengeratkan jari jemarinya dengan miliknya.
Yuki terdiam sejenak sambil perlahan menatap wajah Takashi. Namun kemudian ia tersenyum sambil ikut mengeratkan genggaman Takashi. " Hmmmm~ Takashi yang malu malu, kawaii~"
"Urusai.." balas Takashi sambil ikut tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang tidak terlihat seperti umur 20 tahun itu.
"Ah!" ucap Yuki tiba tiba. "Doushita?"
"Ne~ Jangan jangan kau mau memberiku hadiah?" Yuki sedikit melompat saking kegirangannya. "Tidak usah disembunyikan, aku tahu kau mau memberiku sesuatu kan~?" tanyanya dengan nada manja yang membuat Takashi gemas tentunya.
"Hmm... Dou kana..?" jawab Takashi yang malah menggoda kekasihnya itu.

Begitu sesampainya di depan sebuah taman yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah Koichi, Takashi menghentikan langkahnya. Taman yang tidak asing lagi bagi mereka.
"Aaah.. Sudah lama ya kita tidak kesini.." kata Yuki sambil berlari kecil mendekati lapangan yang berada di taman tersebut.
"Sudah berapa lama ya? Setahun?"
"Chotto, tidak mungkin setahun juga kan. Itu terlalu lama tahu.." kata Takashi sambil berjalan mengikuti Yuki.
"Hehe.. Aku tahu kok, aku hanya bercanda." Yuki tersenyum sampai memperlihatkan gigi-giginya. "Dulu tempat ini sering sekali kita bertujuh kunjungi, aku senang bisa kembali."
Yuki berhenti tepat ditengah taman dan Takashi pun mendekatinya hingga berdiri tepat di hadapannya. "Yokatta ne." ucap Takashi singkat sambil menggenggam kedua tangan mungil milik Yuki.
"Tapi yang berbeda, dulu kita tidak pernah kesini sewaktu musim dingin." kata Yuki.
Sesaat keduanya terdiam. Tangan mereka saling menggenggam menghangatkan satu sama lain dan mereka hanya saling menatap tanpa mengucapkan apa apa untuk beberapa saat.
"Gomen ne.." kata Takashi memecahkan suasana.
"Besok pagi aku sudah harus kembali ke Osaka." Tangannya mengelus pipi Yuki yang mendingin.
Yuki masih terdiam, raut wajah sedih dapat Takashi lihat di wajahnya.
"Sou? Sayang sekali...."
"Gomen ne.."
"Aku masih ingin bersamamu padahal.." Yuki menatap kedua tangan mereka yang saling berpegangan erat.
"Jadi... untuk apa kau membawaku ke sini?" kata Yuki lagi.
"Ah, iya. Tutup matamu."
"Eh?"
"Tutup matamu."
" Hmm... Yappari, tebakanku benar bukan?" Yuki pun menutup kedua matanya.
"Sebentar ya.."
"Ah!" Tiba tiba ia kembali membuka matanya.
" Kalau kau ternyata menyuruhku menutup mata dan ternyata kau hanya menghadiahkanku ciuman seperti tahun lalu, aku tidak akan memaafkanmu!" Takashi cukup kaget mendengarnya. Pernyataan Yuki tersebut mengingatkannya akan ingatan tahun lalu disaat ia lupa membeli kado untuk Yuki. Takashi yang saat itu tidak sempat membeli kado hanya mencium Yuki sebagai penggantinya.
"He? Lalu siapa yang besoknya menangis terharu menelponku ketika menemukan boneka Little Green Men besar di depan pintu apartemenmu?" balas Takashi sewot.
Yuki tertawa dan mengangkat tangannya. "Hai, gomen ne." ucapnya diikuti tawa Takashi.
"Ii kara, tutup matamu."
"Hai, hai.."
Kemudian Takashi merogoh saku mantelnya untuk mengambil sebuah kotak kecil. Yuki yang masih menutup matanya tiba tiba merasakan kedua tangan Takashi sedang memakaikan sesuatu di lehernya. Setelah tampaknya selesai, Yuki membuka kedua matanya setelah diberi aba aba untuk membuka mata oleh Takashi.
Kedua mata Yuki melebar begitu melihat sebuah kalung perak di lehernya. Sebuah kalung berbentuk kunci yang di batang kunci tersebut terdapat ukiran kanji 祐(YU) X 太(TA) diatasnya.
"Takashi..... Ini--"
Belum sempat menyelesaikan perkataanya, tiba tiba tanpa Yuki sadari bibir mereka sudah saling bertemu. Takashi menghentikan perkataan Yuki dengan menciumnya. Yuki yang cukup terkejut perlahan menutup matanya dan membalas ciuman yang Takashi berikan padanya. Sudah lama ia tidak merasakan betapa lembutnya bibir Takashi beradu dengan bibirnya. Setelah beberapa detik lamanya, Takashi melepaskan ciumannya ketika keduanya sudah mulai kehabisan nafas. Wajah mereka begitu dekat, nafas mereka saling memburu. Pipi Yuki memerah menyadari Takashi baru saja menciumnya.
"Otanjoubi omedetou, Yuki." kata Takashi menatap kedua mata Yuki.
Terlihat senyuman manis menghiasi wajah Yuki. Perlahan Yuki mendekatkan kembali wajahnya dan mengecup pipi Takashi. "Arigatou, daisuki dayo." bisik Yuki di telinga Takashi.
"Ini indah sekali, aku akan menyimpannya baik baik."
Keduanya tersenyum dan kemudian diikuti tawa. Yuki merasa sangat beruntung memiliki Takashi, begitupun sebaliknya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Ini fic sumpah seadanya banget #plak
Happy Birthday Yuki!! Happy hatachi♥ Aku tahu ini telat dan ultah Yuki udah lewat, tapi setidaknya biarkan aku ngepost fic gagal ini _(:'3ゝ∠)_ #abaikan

Profile

ayarin_1112
ayarin_1112

Latest Month

January 2015
S M T W T F S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Powered by LiveJournal.com
Designed by chasethestars